
Teknik Storytelling untuk Jualan Laris Manis di Media Sosial
Pernahkah anda membeli sebuah produk karena tertarik dengan iklannya? Atau, pernahkah anda merasa betah membaca sebuah postingan walau anda tau ujung-ujungnya adalah jualan sebuah produk? Bisa jadi, penjual menerapkan prinsip storytelling dalam memasarkan jualannya.
Apa Itu Storytelling dalam Marketing?
Storytelling adalah salah satu teknik yang banyak digunakan oleh marketer atau pemilik bisnis dalam memasarkan sebuah produk atau layanan mereka. Storytelling adalah seni mengolah kata hingga menjadi sebuah narasi yang menarik dan membuat orang lain betah menyimak.
Anda tentu masih ingat waktu kecil sangat senang dibacakan cerita oleh orangtua atau saudara. Masih terbayang betapa senangnya anda ketika cerita mulai dibacakan dan beberapa baris juga masih anda ingat dari cerita tersebut.
Pengalaman ini juga ternyata masih ada di usia kita beranjak dewasa. Kita masih menyukai cerita bahkan beberapa kali ceritalah yang mempengaruhi keputusan kita dalam memutuskan sesuatu. Termasuk dalam menentukan proses pembelian.
Storytelling dalam marketing memiliki beberapa tujuan, di antaranya:
- Menyederhanakan ide dan konsep yang kompleks dari pemilik bisnis
- Menyebarkan pesan produk dengan lebih menarik
- Membentuk sebuah ide di kalangan masyarakat yang diharapkan oleh pemilik produk
- Menyatukan audience dengan target minat yang sama
- Mempromosikan layanan atau produk dengan konsep yang lebih disukai
- Membuat orang lain betah menyimak materi konten iklan yang dijalankan
Bagaimana Membuat Storytelling yang Menarik?
Dilansir dalam website Hubspot, sebelum anda mulai menyusun storytelling, ada baiknya mengetahui apa yang sebaiknya anda lakukan dan tidak anda lakukan.
Hal yang sebaiknya anda lakukan:
- Kenali audience anda
- Fokus membahas yang sesuai dengan audience anda
- Buat struktur dan tentukan inti cerita anda
- Tulis cerita yang menyiratkan kejujuran
- Gali lebih dalam cerita anda
- Buat tips atau pesan praktis bagi pembaca anda
- Gunakan media gambar atau video untuk mewakili cerita anda
- Sampaikan ajakan dengan kalimat yang lebih halus
Hal yang sebaiknya tidak anda lakukan:
- Menggunakan kalimat yang sulit dimengerti
- Fokus pada produk tanpa melibatkan audience
- Mengemas karakter cerita jadi terlalu sempurna
- Meletakkan CTA (call to action) terlalu frontal
- Tidak ada inti cerita
- Keseluruhan cerita terkesan ambigu atau absurd
Baca juga: Mengenal Personal Touch: Strategi Sederhana Jualan Laris Manis
Beberapa tips tambahan agar storytelling anda di media sosial membantu jualan laris manis, anda bisa lakukan beberapa tahapan berikut ini:
1. Buat kerangka cerita dan tentukan hook
Anda harus sudah punya gambaran mengenai pembuka, inti dan penutup cerita. Ikutilah alurnya agar cerita menjadi jelas. Hook atau kalimat pembuka akan menjadi penentu apakah cerita anda akan disimak sampai habis atau di skip oleh audience. Maka, tentukan hook yang paling menarik.
2. Kenali dengan baik target audience anda
Storytelling agar jualan jadi lebih laris manis hanya akan berhasil jika narasi anda relate dengan kehidupan audience. Penting bagi anda mengetahui siapa mereka, apa permasalahan yang dihadapi dan apa solusi yang mereka harapkan. Menjawab semua ini dalam sebuah storytelling akan memberikan pengaruh yang kuat dalam memasarkan produk.
3. Gunakan media yang sesuai
Jika anda menggunakan Facebook, maka foto yang raw tanpa editan pun masih diterima oleh khalayak umum. Mainkan cerita anda dengan bahasa yang mudah dipahami dan jangan lupa libatkan sisi emosi audience. Jika anda menggunakan instagram, poleslah foto produk anda dengan lebih estetik, tonjolkan sisi kelebihan dan nilai produk anda dalam gambar.
4. Bangun interaksi
Storytelling untuk jualan laris manis di media sosial tidak lepas dari interaksi antara anda dan audience. Ajak mereka untuk menyatakan pendapat masing-masing dan berikan tanggapan yang sesuai. Libatkan mereka untuk membangun komunikasi yang lebih aktif dalam akun anda.
Tentunya, teknik apapun akan jauh lebih mudah berhasil jika anda memasarkan produk yang berkualitas. Seperti deodorant Madeo Spray yang terbukti kualitasnya dalam mencegah bau ketiak hingga 48 jam.
Baca juga: 5 Jenis Headline Copywriting untuk Jualan Deodorant
Related Articles

7 Tips Keuangan dan Jualan untuk Ibu-Ibu di Rumah
Menjadi ibu rumah tangga bukan halangan untuk tetap produktif secara finansial. Banyak ibu-ibu za...
Read More
5 Langkah Memanfaatkan Tools AI Gratis untuk Jualan
Artificial Intelligence (AI) sudah jadi bagian yang dekat dengan kehidupan manusia di jaman moder...
Read More
Tips FB Pro Bagi Pemula yang Penting Diketahui
Kini penggunaan Facebook (FB) tak lagi sekadar untuk menjalin komunikasi perorangan, tapi sudah m...
Read More
8 Tips Jualan di Story Whatsapp Tanpa Spam
Siapa yang tidak familiar dengan WhatsApp (WA)? Aplikasi satu ini menjadi andalan hampir semua or...
Read More
Cara Budgeting THR Biar Gak Boncos
Tunjangan Hari Raya atau THR jadi salah satu hal yang paling dinantikan menjelang lebaran. Sesuai...
Read More